1. Cek Dulu Semua Hal Ini!

Setiap sebelum membeli rumah, tentu hal yang harus dipastikan adalah kelengkapan berkasnya.

Hal ini juga pastinya berlaku bagi Sahabat yang akan membeli rumah lelang.

Perihal kelengkapan berkas, biasanya ia sudah dicek oleh pihak bank…

Meski kita juga perlu memastikan secara langsung.

rumah lelang

Berkas yang harus diperiksa adalah:

  • Sertifikat tanah;
  • Sertifikat rumah;
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB); dan
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Langkah selanjutnya yang harus dicek adalah:

  • Kondisi rumah; dan
  • Lingkungan di sekitarnya.

Apabila memungkinkan, sangat disarankan untuk melihat langsung kondisi rumah yang akan dibeli.

Selain itu, Sahabat 99 juga bisa melihat kondisi lingkungan dan fasilitas yang ada di sekitar rumah.

Ini yang paling penting!

Penting untuk mempelajari dokumen Perjanjian Kredit (PK) dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT).

Kedua dokumen ini memiliki fungsi untuk mengatur perjanjian lelang antara pihak bank dengan pemilik rumah.

2. Proses Lelang Bank

Umumnya lelang rumah dilakukan oleh bank.

Kenapa?

Hal ini tentunya berkaitan erat dengan banyaknya rumah yang terkena kredit macet, sehingga pada akhirnya rumah tersebut dilelang.

Perlu Sahabat 99 ketahui, peserta lelang tidak bisa sembarangan karena ada aturan dan tata cara yang harus diikuti.

Di mana proses lelang dilakukan?

Proses lelang biasanya diadakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atau pihak swasta resmi lain yang ditunjuk oleh bank.

Begini cara untuk bisa jadi peserta lelang rumah:

  • Daftarkan diri ke pelaksana lelang;
  • Membayar jaminan (20% – 50% dari harga lelang);

Jangan khawatir karena uang jaminan ini akan dikembalikan apabila kita kalah dalam proses lelang.

Kala ternyata menang lelang?

Sahabat 99 harus segera melunasinya dalam jangka waktu lima hari.

rumah lelang

Jangka waktu ini juga bisa saja berbeda dan akan diberi tahu sejak awal proses lelang.

Jika sudah dilunasi, pihak KPKNL akan memberi risalah yang nantinya harus dibawa ke bank bersangkutan.

Nantinya risalah ini akan ditukar dengan kelengkapan berkas rumah yang ada di bank.

Kesimpulannya:

Jika ingin mengikuti lelang rumah, maka harus menyediakan dana yang cukup untuk bisa mendapatkan rumah impian.

Belum memiliki banyak uang?

Tidak perlu berkecil hati!

Hunian tersebut juga bisa dibayar secara KPR.

Cara ini bisa dilakukan asalkan peserta lelang sudah menghubungi pihak bank terlebih dahulu untuk mengetahui skema KPR.

3. Proses Lelang Online

Tahukah kalian, kalau proses lelang rumah juga kini ada yang dilakukan secara online?

Ya, hal tersebut dapat dilakukan lewatsitus resmi Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN).

Melalui laman tersebut, siapapun bisa mengecek rumah apa saja yang dilelang.

Tertarik mencobanya? Begini cara jadi peserta lelang rumah online:

  • Mendaftarkan diri di situs lelang DJKN;
  • Lengkapi nomor KTP, NPWP, dan rekening bank;
  • Setorkan uang jaminan senilai yang telah ditentukan;
  • Simpan nomor token untuk lelang;
  • Lakukan beberapa kali penawaran hingga lelang ditutup;
  • Tunggu sampai ­e-mail rekapitulasi penawaran masuk.

Praktis bukan?

Sama halnya dengan proses lelang biasa, peserta yang kalah akan mendapatkan kembali uang jaminannya.

Pemenang lelang wajib melunasi rumah sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

Oh, ya, sekarang kalian juga bisa mengunjungi beragam situs bank untuk melihat rumah yang tersedia.

sumber 99.co